UNESA Perkuat Transformasi Akademik 2026 Program Studi Sarjana dan Pascasarjana

UNESA Perkuat Transformasi Akademik 2026 Program Studi Sarjana dan Pascasarjana

Surabaya — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus mempertegas arah transformasi akademik menuju kampus bereputasi global. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan Evaluasi Semester Gasal 2025/2026 dan Persiapan Semester Genap 2025/2026 serta Penyampaian Target Indikator Utama UNESA Tahun 2026 yang digelar pada 8 Januari 2026 untuk jenjang sarjana dan 9 Januari 2026 untuk jenjang pascasarjana, bertempat di Gedung Rektorat Lantai 11 Kampus 2 UNESA Lidah Wetan.

Kegiatan strategis ini menjadi forum konsolidasi seluruh pimpinan akademik, termasuk Wakil Dekan Bidang I dan Koordinator Program Studi, untuk menyelaraskan target universitas dengan program kerja fakultas dan prodi. Fokus utama UNESA pada tahun 2026 diarahkan pada penguatan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), peningkatan mutu tata kelola program studi, serta akselerasi reputasi internasional melalui pemeringkatan global.

AEE Jadi Fokus IKU 1: Dorong Lulus Tepat Waktu dan Outcome Lulusan

Pada sesi evaluasi, UNESA menegaskan bahwa IKU 1 terkait AEE menjadi salah satu fokus utama yang perlu digenjot untuk menutup gap capaian terhadap target nasional. Target AEE ditetapkan berdasarkan jenjang pendidikan, yakni D4 sebesar 24%, S1 sebesar 25%, S2 sebesar 50%, dan S3 sebesar 33%, sementara capaian UNESA masih perlu dikuatkan melalui strategi sistematis di level fakultas dan program studi.

Direktur Pendidikan dan Transformasi Pendidikan UNESA, Prof. Rooselyna Ekawati, menekankan pentingnya strategi percepatan kelulusan dan monitoring akademik yang lebih ketat agar capaian AEE meningkat secara terukur. “AEE tidak hanya soal angka kelulusan, tetapi bagaimana lulusan UNESA benar-benar memiliki outcome yang kuat: bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi. Karena itu program studi perlu menyusun timeline kelulusan dan memperkuat monitoring mahasiswa sejak awal agar intervensi dapat dilakukan lebih dini,” ujar Prof. Rooselyna.

Target S2-S3 Naik, Mahasiswa Asing Diperkuat dengan SOP dan Layanan Terpadu

Pada jenjang pascasarjana, UNESA menargetkan peningkatan penerimaan mahasiswa S2 dan S3 sebesar 5% dari capaian sebelumnya sekitar 4%. Selain itu, persentase mahasiswa asing juga ditargetkan meningkat melalui penguatan sistem admisi, transparansi informasi, dan pembaruan website agar lebih ramah calon mahasiswa global.

Sejumlah langkah strategis telah dipetakan, mulai dari pembentukan layanan one-stop service untuk admisi internasional, penunjukan contact person tingkat universitas, hingga penyusunan materi promosi program studi dalam bahasa Inggris dan pengembangan laman informatif international admission.

UNESA Dorong Riset Berdampak dan Publikasi Q1: Target Top Tier 3,5%

Selain akademik, UNESA juga menempatkan penguatan riset dan publikasi sebagai pengungkit reputasi global. Pada IKU 5, universitas mendorong riset berdampak melalui kemitraan strategis nasional dan internasional, sementara pada IKU 6, UNESA menargetkan publikasi Top Tier (khususnya Q1) sebesar 3,5%.

Untuk mempercepat pencapaian, kampus menyiapkan berbagai program akselerasi mulai dari klinik publikasi, pendampingan intensif, hingga dukungan teknis seperti proofreading dan coaching submission. Target tahunan publikasi juga ditetapkan di tingkat fakultas dan program studi dengan monitoring triwulan.

Staf Ahli Rektor, Prof. Sudjarwanto, menegaskan bahwa publikasi dan riset harus bergerak dari sekadar kuantitas menuju kualitas dan dampak nyata. “Riset dan publikasi kita harus membangun reputasi. Tidak cukup hanya produktif, tetapi harus berdampak. Kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional perlu diperluas agar luaran riset kita dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menguatkan pengakuan global,” tutur Prof. Sudjarwanto.

Kinerja SDGs dan Ranking Global: QS 1.500 dan THE 400 Dunia Jadi Target

Dalam forum tersebut, UNESA juga menegaskan komitmen peningkatan keterlibatan perguruan tinggi pada SDGs 1, 4, 5, 8, dan 17, melalui pemetaan tridharma dan penguatan laporan dampak. Strategi SDGs ini dipandang relevan sebagai modal reputasi global sekaligus memperkuat penilaian pemeringkatan internasional.

UNESA pun menetapkan target pemeringkatan dengan sasaran QS Ranking posisi 1.500 dan THE Ranking menuju 400 besar dunia. Penguatan indikator reputasi akademik, sitasi, kolaborasi internasional, dan internasionalisasi program menjadi langkah yang terus dipacu melalui visiting professor, joint research, dan publikasi kolaboratif.

Staf Ahli Rektor, Prof. Bambang Yulianto, menyampaikan bahwa arah penguatan reputasi harus bergerak serempak lintas unit. “Pemeringkatan global bukan target administratif, melainkan refleksi dari kualitas akademik kita. Karena itu sinergi seluruh fakultas dan program studi menjadi kunci—mulai dari tata kelola akademik, riset, publikasi, hingga internasionalisasi,” jelas Prof. Bambang Yulianto.

Arahan WR I: Program Studi Harus Sehat, Berkelanjutan, dan Adaptif

Sebagai penguatan arah kebijakan, kegiatan ini juga menekankan tata kelola akademik yang tertib, termasuk percepatan rekap input nilai, kelengkapan dokumen kurikulum, promosi program studi baru, dan pengembangan program Double Degree di tiap fakultas. Pascasarjana juga diharapkan berperan sebagai pilar income generating yang tetap menekankan keberlanjutan dan kesehatan program studi.

Wakil Rektor Bidang I UNESA, Prof. Martadi, menegaskan bahwa transformasi akademik 2026 harus berangkat dari prodi yang kuat dan tata kelola yang konsisten. “Program studi harus sehat dan berkelanjutan. Kita menguatkan kualitas akademik dengan tertib administrasi, kurikulum yang lengkap, dan pelaksanaan pembelajaran yang adaptif. Jika semua lini bergerak, target IKU, SDGs, hingga ranking global bukan sekadar angka, tetapi capaian institusi bersama,” tegas Prof. Martadi.

Komitmen Penguatan Sistem: SIPINTAR dan Kebijakan RPL

Dalam sesi diskusi, peserta juga menyoroti aspirasi mahasiswa RPL terkait rubrik publikasi yang terkunci serta permintaan agar perubahan menu SIPINTAR diinformasikan lebih awal. Menindaklanjuti hal tersebut, UNESA merencanakan kajian kebijakan untuk memastikan standar mutu lulusan tetap terjaga dengan fleksibilitas yang akuntabel, serta membangun mekanisme komunikasi resmi dari unit IT dan akademik agar pembaruan sistem tersampaikan dengan cepat dan tepat.

Berita Unesa

Berita MBKM