DPTP UNESA Gelar Refreshing dan Bimtek MKWK Nasional-Institusional, 620 Dosen Ikuti secara Daring
DPTP UNESA Gelar Refreshing dan Bimtek MKWK Nasional-Institusional, 620 Dosen Ikuti secara Daring
Surabaya, 23 Agustus 2025 – Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pendidikan (DPTP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sukses menyelenggarakan kegiatan Refreshing dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Nasional dan Institusional secara daring pada tanggal 21–23 Agustus 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 620 dosen pengampu MKWK ini menjadi agenda penting dalam rangka mempersiapkan perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026, sekaligus menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.
Latar Belakang Kegiatan
Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) memiliki peran strategis dalam membangun karakter mahasiswa Indonesia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global. Sebagai bagian dari kurikulum nasional, MKWK tidak hanya memuat konten pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan, kewarganegaraan, keagamaan, serta kepribadian yang menjadi pondasi dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Dalam konteks perubahan global yang begitu cepat, metode pembelajaran MKWK dituntut untuk terus berkembang. Dosen pengampu perlu membekali diri dengan pendekatan pedagogi baru, integrasi teknologi, serta inovasi dalam penyampaian materi. Menyadari hal itu, DPTP UNESA berkomitmen melakukan penyegaran kompetensi melalui program Refreshing dan Bimtek yang komprehensif.
Agenda Kegiatan
Bimtek berlangsung selama tiga hari, pada Kamis hingga Sabtu, 21–23 Agustus 2025, pukul 13.00–15.30 WIB melalui platform Zoom Meeting. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti pre-test sebelum kegiatan dan post-test setelah kegiatan menggunakan platform Massive Open Online Course (MOOC) UNESA. Mekanisme ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga sekaligus bentuk implementasi digitalisasi pembelajaran.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama yang menyampaikan materi sesuai dengan tema besar yang telah ditentukan, yaitu:
- Transformasi Pendidikan di Abad-21 oleh Dr. Martadi, M.Sn. (Wakil Rektor Bidang I UNESA)
- Pembelajaran Inovasi Project-Based Learning (PjBL) dan Case Method oleh Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si. (Koordinator Adhoc Kurikulum UNESA)
- Kunjungan Perpustakaan dan Penggunaan Teknologi untuk MKWK oleh Dr. Muji Sri Prastiwi, S.Pd., M.Pd.
Paparan Narasumber
Dalam sesi pertama, Dr. Martadi, M.Sn., menekankan bahwa transformasi pendidikan merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari di abad ke-21. Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menyiapkan lulusan dengan pengetahuan, tetapi juga dengan kompetensi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
“Pendidikan abad ke-21 menuntut dosen tidak sekadar menjadi penyampai materi. Lebih dari itu, dosen harus mampu menjadi fasilitator yang membangun daya pikir kritis, kreatif, serta membentuk karakter mahasiswa agar adaptif terhadap perubahan yang begitu cepat. MKWK memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan sekaligus mengintegrasikan soft skills yang relevan dengan kebutuhan zaman. Transformasi pembelajaran abad-21 menuntut pergeseran dari model pengajaran tradisional menuju pembelajaran berbasis mahasiswa, yang lebih interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan kehidupan nyata” ujarnya.
Pada sesi kedua, Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si., menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran konvensional sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas tantangan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, inovasi dalam pembelajaran seperti Project-Based Learning (PjBL) dan Case Method menjadi solusi yang relevan.
“Model pembelajaran PjBL dan Case Method sangat efektif untuk melibatkan mahasiswa secara aktif dalam proses belajar. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar melalui praktik, diskusi kasus nyata, serta kerja tim. Dengan cara ini, mahasiswa terbiasa berpikir analitis, problem solving, sekaligus belajar mengambil keputusan dalam situasi yang kompleks. Inilah pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan dunia kerja. CBL membuat mahasiswa belajar kritis, analitis, dan kolaboratif, sementara dosen berperan sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber jawaban” jelas Prof. Wahono.
Sesi ketiga menghadirkan Dr. Muji Sri Prastiwi, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran MKWK. Ia menyoroti bahwa perpustakaan digital, sistem e-learning, hingga berbagai aplikasi pembelajaran interaktif dapat memperluas akses mahasiswa terhadap pengetahuan sekaligus mempermudah dosen dalam penyampaian materi.
“Teknologi bukan sekadar alat bantu, tetapi merupakan jembatan yang mampu menghadirkan pengalaman belajar lebih bermakna. Melalui pemanfaatan teknologi, mahasiswa bisa mengakses referensi secara luas, berdiskusi lintas ruang dan waktu, serta memperoleh pembelajaran yang lebih personal. MKWK perlu memanfaatkan peluang ini agar tetap relevan dengan perkembangan era digital. Dengan integrasi TIK dalam pembelajaran, kuadran yang kita harapkan adalah ketika penggunaan teknologi tinggi diimbangi dengan kualitas pengajaran yang juga tinggi. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif, dan bermakna bagi mahasiswa” paparnya.
Evaluasi dan Pendekatan MOOC
Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah mekanisme evaluasi menggunakan MOOC. Dengan adanya pre-test dan post-test berbasis digital, peserta dapat langsung melihat perkembangan pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Selain itu, DPTP dapat mengukur efektivitas kegiatan secara lebih akurat.
Direktur Pendidikan dan Transformasi Pendidikan UNESA, Prof. Dr. Fida Rachmadiarti, M.Kes., menyampaikan bahwa integrasi MOOC dalam Bimtek ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan sistem pembelajaran yang berkelanjutan.
“Melalui platform MOOC, kami tidak hanya memfasilitasi evaluasi, tetapi juga membuka ruang bagi dosen untuk terus mengakses materi secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada saat Bimtek, melainkan berlanjut pada proses pembelajaran sepanjang hayat,” tegas Prof. Fida.
Antusiasme Peserta
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para dosen peserta. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta partisipasi dalam latihan-latihan berbasis kasus yang dipandu oleh narasumber. Banyak peserta mengapresiasi pendekatan baru yang ditawarkan, karena dinilai memberikan perspektif segar dalam mengajar MKWK.
Salah satu peserta, menyampaikan kesannya: “Materi yang diberikan sangat aplikatif. Saya merasa lebih siap untuk menerapkan metode PjBL dalam kelas, sekaligus memanfaatkan teknologi perpustakaan digital untuk memperkaya sumber belajar mahasiswa.”
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan ini, UNESA berharap seluruh dosen pengampu MKWK semakin siap menghadirkan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan inovatif. DPTP juga menegaskan bahwa program serupa akan terus digelar secara berkala guna memastikan kualitas pendidikan di UNESA senantiasa meningkat.
“Kami ingin memastikan bahwa dosen-dosen MKWK tidak hanya menguasai konten, tetapi juga metode, pendekatan, dan teknologi pembelajaran terbaru. Dengan begitu, mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” pungkas Prof. Fida.
Admin